Bumi Manusia-Anak Semua Bangsa
(Pramoedya Anantatoer)
Aku seperti merasakan hal yang sama dengan apa yang dirasakan Minke
dalam Bumi Manusia dan Anak semua Bangsa. Entah aku terlalu
mendramatisir keadaan atau tidak. Yang pasti jalan cerita yang ditulis
Pram tentang pencarian keadilan, dimana Annelis nya yang dibawa ke
Nederland diasingkan dari dia dan Mama. Untuk kemudian Mevrouw Amelia
Mellema-Hemmers di sana bertujuan menguasai perusahaan keluarga
Boerderij Buitenzorg di Monokromo yang sudah diurus dan dikelola dengan
jerih payah Nyai Ontosoroh (mama) dengan
sangat baik. Nyai Ontosoroh memiliki tekad kuat untuk terus melawan
ketidak adilan dan menentang perbudakan.
seperti ujarnya "kita telah melawan nak, nyo, sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya."
Di Bandung di tempatku ini, seakan memiliki alur yang sama dengan apa
yang ada dalam dua buku yang ku baca tadi. semoga dan sejatinya semangat
Pram tercerminkan dalam realitas kehidupan sederhananya dalam
mempertahankan kebersamaan yang hangat beberapa manusia di sini.
"jangan berhenti melawan ketakutan dan ketidak pastian." begitu mungkin kira-kira.
"jangan berhenti melawan ketakutan dan ketidak pastian." begitu mungkin kira-kira.


Mantul mahasiswa😢
BalasHapussiaap
Hapuspesan dari pram teruslah menulis untuk keabadian.